Mengenai Saya

selamat datang di blog materi kuliah kesehattan lingkungan,, blog ini berisi tentang materi-materi kuliah yang ada di jurusan kesehatan lingkungan dan bertujuan mempermudah mahasiswa kesehatan lingkungan dalam mencari materi-materi kuliah. semoga blog ini bermanfaat bagi yang membaca, khususnya bagi mahasiswa kesehatan lingkungan sendiri..

Senin, 27 Desember 2010

kimia analisa

KIMIA ANALISA

1. Analisis makro contoh padat 0,5 – 1 gram dan contoh larutan + 10 ml
2. Analisis semimikro contoh padat sekitar 50 mg dan contoh larutan volume sebesar 1 ml,
3. Analisis mikro contoh sample lebih kecil lagi yaitu 5mg dan 0,1 ml.

ANALISIS KUALITATIF

Analisis kualitatif 2 macam uji yaitu
Uji kering
Uji basah

REAKSI KERING

1. Pemanasan
2. Uji pipa tiup.
3. Uji nyala.
4. Uji spektroskopi
5. Uji manik borak.
6. Uji manik fosfat.
7. Uji manik natrium karbonat.

REAKSI BASAH

1. Terbentuknya endapan
2. Pembebasan gas
3. Perubahan warna

REAKSI KATION

1. Klasifikasi kation ( ion logam ) kedalam golongan analitis.
Sistematik kation-kation diklasifikasikan berdasarkan sifat-sifat kation itu terhadap beberapa reagensia.
2. Klasifikasi ini berdasarkan atas reaksi kation dengan reagensia kation membentuk endapan apa tidak.

REAKSI ANION

Metode yang tersedia untuk mendeteksi tidak sistimatik seperti kation.
Pada umumnya dibagi menjadi
1. Kelas A yaitu proses melibatkan identifikasi zat yang mudah menguap
2. Kelas B yaitu proses yang tergantung reaksi dalam larutan.

KIMIA ANALITIK KUANTITATIF

1. Analisis Gravimetri
2. Analisis Titrimeri
3. Analisis Spektrofotometri

GRAVIMETRI

1. Analisis gravimetri adalah proses isolasi dan pengukuran berat suatu unsur atau senyawa tertentu.
2. Pemisahan unsur-unsur atau senyawa yang dikandung dilakukan dengan berbagai metode antara lain
- metode pengendapan
- metode penguapan
- metode elektro analisis.

TITRIMETRI

- Titrimetri adalah suatu cara analisis kwantitatif dari reaksi kimia.
- Zat yang akan ditentukan kadarnya, direaksikan dengan zat lain yang telah diketahui konsentrasinya, sampai tercapai suatu titik equivalen sehingga konsentrasi zat yang kita cari dapat dihitung.
- Larutan yang telah diketahui konsentrasinya disebut larutan standard.
- Larutan standard diteteskan dari buret ( disebut juga titran ) kedalam erlenmeyer yang berisi zat yang akan ditentukan kadarnya sampai reaksi selesai.
- Titik akhir teoritis yaitu titik dimana reaksi telah selesai.
( Stoichiometri end-point ).
- Selesainya reaksi dapat dilihat karena adanya perubahan warna.
- Perubahan warna karena larutan standarnya sendiri misal KMnO4 atau karena penambahan reagensia pembantu yang disebut dengan indikator.
- Titik akhir titrasi yaitu titik dimana terjadi perubahan warna indikator.
- Secara ideal titik akhir titrasi seharusnya sama dengan titik akhir teoritis.

PENGOLONGAN

1. Reaksi pembentukan komplek.
2. Reaksi pengendapan.
3. Reaksi penetralan atau asidi-alkalimetri.
4. Reaksi oksidasi reduksi.
- Oksidimetri.
a. Permanganometri
b. Kromatografi
- Jodo / jodimetri

LARUTAN STANDAR

1. Adalah larutan yang mengandung berat tertentu suatu reagen dalam volume tertentu larutan.
2. Larutan molar ( M ) : larutan yang mengandung 1 mole reagen per liter larutan.
3. Larutan normal ( N ): larutan yang mengandung 1 gramekuivalen reagen per liter larutan.

PERHITUNGAN DALAM VOLUMETRI

1. Jumlah grek dari zat yang ditritasi = jumlah grek zat penetrasi.
2. Grek = normalitas x liter.
3. Mgrek = normalitas x ml.
4. Rumus : V1 x N1 = V2 x N2.
V1 = volume zat penetrasi.
V2 = volume zat yang ditrasi.
N1 = titer ( normalitas zat penetrasi ).
N2 = titer ( normalitas zat yang dititrasi ).















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar